Perlu Orangtua Ketahui! Inilah Penyebab Konstipasi Pada Anak

Penyebab Konstipasi Pada Anak


Saat anak konstipasi atau sembelit pastinya Anda para ibu merasa khawatir. Karena pasti ada saja keluhan yang terjadi pada tubuhnya, seperti sakit perut, begah dan keluhan lainnya yang dapat membuat Anda pusing. Padahal Anda sudah membiasakannya untuk makan sayur sejak dini. Namun, anak tetap saja terkena konstipasi. Nah, jika sudah begini, Anda pasti tidak ingin konstipasi pada anak terulang teruskan? Yuk, cari tahu penyebab konstipasi pada anak agar Anda bisa lebih waspada.


Terlalu Sering Menahan Keinginan untuk Buang Air Besar (BAB)


Saat usia balita adalah masa dimana Anda para orangtua memperkenalkan toilet learning sejak ia mulai lepas dari popok. Dalam proses pengenalan tersebut anak masih beradaptasi dengan kebiasaan buang air langsung di toilet. Sehingga kerap kali ia akan mengabaikan keinginannya untuk BAB dan cenderung untuk menahannya. Karena mungkin anak masih mengalami kendala ketika BAB langsung di toilet.


Maka Anda harus lebih mengenalkan toilet learning yang jelas kepada anak agar ia benar-benar beradaptasi dengan kebiasaan buang air di toilet. Karena ketika anak menahan untuk BAB, usus akan menyerap cairan lebih banyak dan membuat feses menjadi keras, kering dan susah keluar. Jangan sampai anak stress saat ia mulai belajar buang air di toilet. Karena stress bisa memicu kesulitan saat BAB.


Kurang Minum Air Putih


Ketika anak kurang mengkonsumsi air putih, ia akan kekurangan cairan dan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Sistem tubuhnya lalu akan menyerap lebih banyak cairan dari makanan dan minuman atau bahkan dari sisa kotoran pada tubuhnya. Hal inilah yang kemudian bisa menyebabkan ia mengalami kesulitan ketika membuang air besar karena kering dan sulit untuk dikeluarkan. Penting bagi Anda untuk membiasakan anak dalam minum 8 gelas setiap harinya.


Anak Kurang Bergerak Aktif


Saat balita kurang aktif bergerak akan berpengaruh pada sistem pencernaannya. Karena saat ia kurang bergerak peredaran darahnya juga akan tidak lancar masuk ke seluruh tubuh. Maka dari itu, agar feses mudah keluar, latih si kecil untuk aktif bergerak, seperti berolahraga kecil. Biasakan ia untuk bangun pagi dan ajaklah ia berolahraga kecil setiap pagi.


Penggunaan Susu Formula Setelah Lepas ASI


Saat usia balita dan setelah disapih, kebanyakan Anda par ibu tertarik untuk memberikan si kecil susu formula tambahan. Terkadang saat si kecil mulai mengkonsumsi susu formula, ia pun mulai terkena konstipasi. Karena bisa jadi kandungan yang ada dalam susu formula tersebut membuat pencernaan anak terganggu. Karena susu formula lebih sulit dicerna oleh tubuh dibandingkan ASI.


Saat anak masih ASI, keseimbangan lemak dan protein di dalam tubuhnya masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum memberikan susu formula pada anak setelah disapih.


Masalah Kesehatan Lainnya


Meski jarang, masalah konstipasi atau sembelit pada anak bisa saja disebabkan oleh adanya masalah kesehatan pada tubuhnya. Seperti adanya ketidak-seimbangan metabolisme, penyakit hipotiroidisme, alergi makanan, dan keracunan. Masalah ini ditandai dengan rasa sakit yang dirasakan anak saat BAB karena feses yang keras. Selain itu, adanya penyakit Hirschsprung, yang merupakan masalah sejak anak lahir.


Penyakit Hirschsprung berarti kurang berfungsinya beberapa sel saraf pada usus besar sehingga tidak ada sinyal yang memberitahu otot untuk mendorong feses. Karena itu, feses tetap bertahan di usus. Agar bisa masalah kesehatan seperti ini ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan khusus.


Nah, setelah Anda mengetahui penyebab konstipasi atau sembelit pada anak, sudah siapkan Anda mengajak anak untuk hidup sehat agar terhindar dari konstipasi?