Selain Menstruasi, Ini Penyebab Perempuan Mengalami Pendarahan

Anda mungkin bingung ketika mengeluarkan darah saat bukan pada periode menstruasi. Menurut studi, 9 persen perempuan mengalami pendarahan postcoital meskipun hal tersebut bukanlah hal biasa. Ada beberapa alasan berbahaya mengapa Anda mengalami pendarahan dalam frekuensi tinggi padahal bukan periode menstruasi Anda.

Penyebab Perempuan Mengalami Pendarahan

Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri umumnya akan menyerang perempuan di bawah usia 40 tahun. Infeksi ini kemudian akan menyebabkan peradangan atau bengkak pada area organ intim Anda. Infeksi bakteri terjadi karena adanya ketidakseimbangan level bakteri yang akhirnya juga menyebabkan gatal.

Infeksi ini bisa disebabkan oleh beberapa penyebab. Salah satunya adalah Anda kurang menjaga kebersihan organ intim. Kemudian ketika Anda menstruasi, Anda tidak mengganti pembalut secara berkala dan saat tidak dalam periode menstruasi, Anda juga tidak mengganti celana dalam secara berkala.

Infeksi Seksual
Jika Anda dan pasangan sudah lam tidak melakukan pemeriksaan organ intim, maka bisa jadi telah terjadi penularan infeksi seksual. Seorang dokter mengatakan bahwa perempuan sangat mungkin terjangkit infeksi seksual jika perempuan tersebut mengalami pendarahan setelah melakukan empat hingga lima kali melakukan hubungan intim.

Namun, perempuan sendiri justru cenderung lebih kebal dalam menghadapi virus HPV dibandingkan laki-laki. Virus HPV adalah virus yang bisa menular saat melakukan hubungan intim.

Organ Intim Perempuan Kering
Berdarah saat berhubungan intim pada perempuan bisa juga disebabkan karena organ intim atau vagina yang kering. Hal tersebut disebabkan karena hormon estrogen dalam tubuh perempuan masih kurang sehingga tidak bisa menjadi pelumas yang baik saat berhubungan intim.

Saat hormon estrogen rendah, darah yang mengalir ke vagina menjadi terjepit sehingga tidak dapat memproduksi pelumas. Biasanya, organi intim mejadi kering saat Anda mulai memasuki masa menopouse. Saat masa menopouse produksi hormon estrogen menjadi berkurang dan secara bertahap akan berhenti.

Cara Berhubungan Suami Istri yang Kasar
Seorang dokter bernama Alyssa Wreck mengatakan bahwa berhubungan suami istri yang kasar dapat membuat organ intim perempuan mengalami pendarahan. Hal tersebut karena cara berhubungan yang kasar akan menyebabkan serviks robek sehingga kemudian mengeluarkan darah. Trauma juga akan membuat area organ intim perempuan mengeluarkan darah.

Kehamilan
Serviks perempuan cenderung lembut dan sensitif ketika masa kehamilan. Berdarah saat berhubungan suami istri sangat mungkin terjadi. Apalagi jika kehamilan Anda masih dalam trimester yang pertama.

Namun, pendarahan ini juga berbahaya karena bisa menjadi tanda-tanda kehamilan Anda mengalami keguguran. Jika Anda mengalami pendarahan setelah berhubungan intim, alangkah lebih baik jika Anda dan pasangan berhenti berhubungan suami istri sebelum Anda pergi memeriksakannya ke dokter kandungan.

Itulah penyebab perempuan mengalami pendarahan selain karena mestruasi. Sebaiknya Anda segera memeriksakan kondisi tersebut jika pendarahan terjadi cukup sering. Kunjungi situs Orami di www.orami.co.id untuk mendapatkan informasi kesehatan lainnya.

Related Posts

Selain Menstruasi, Ini Penyebab Perempuan Mengalami Pendarahan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini