Jenis-Jenis, dan Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terkena Plasenta Previa

Plasenta previa adalah kondisi ketika jalan lahir terhalang oleh plasenta yang menempel di bagian bawah rahim. Hal ini mengakibatkan janin tidak bisa lahir secara normal. Jalan satu-satunya agar dapat melahirkan secara aman adalah menggunakan operasi sesar. Berikut ini beberapa informasi penting mengenai plasenta previa.

Jenis-Jenis Plasenta Previa

Jenis-Jenis Plasenta Previa

1. Low-lying plasenta
Kondisi ini terjadi ketika plasenta tidak menutupi jalan lahir, melainkan hanya berada beberapa sentimeter saja dari jalan lahir. Hal ini memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Akan tetapi, akan lebih baik jika dokter terus melakukan pemantauan untuk memastikan keadaan tetap aman.

2. Plasenta previa marginalis
Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian tepi jalan lahir janin. Pada kasus ini, memang memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Akan tetapi, risiko terjadi pendarahan masih tetap ada.

3. Plasenta previa partialis
Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian besar dari jalan lahir. Pada kondisi ini, bayi tidak memungkinkan untuk dilahirkan secara normal mengingat risiko terjadi pendarahan hebat masih sangat besar.

4. Plasenta previa totalis
Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutup keseluruhan jalan lahir. Pada kondisi ini, jelas melahirkan secara normal sangat tidak memungkinkan.

Yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Plasenta Previa

1. Mempelajari plasenta previa sedetail mungkin
Pengetahuan mengenai plasenta previa harus dipelajari secara detail. Dengan begitu, rasa cemas akan berkurang dan dapat melakukan penanganan dengan lebih tenang. Anda bisa bertanya pada dokter spesialis kandungan, orang yang pernah mengalami hal serupa, dan juga mengambil informasi dari internet.

2. Mempersiapkan operasi sesar
Karena potensi pendarahan sangat hebat ketika terjadi kasus plasenta previa, maka jalan satu-satunya untuk melahirkan adalah dengan operasi sesar. Jika tetap dipaksakan untuk melahirkan secara normal, risikonya akan sangat besar.

3. Merawat diri
Sembari menunggu masa kelahiran, ibu hamil disarankan untuk menjaga dirinya agar tetap tenang dan tidak stres. Untuk mencapainya, bisa dengan mendengarkan musik relaksasi, membaca buku, menonton film, atau berkumpul dengan keluarga. Bisa juga Anda mendatangi tempat-tempat wisata dengan pemandangan alam yang menenangkan.

4. Istirahat
Yang paling penting dari semuanya adalah istirahat yang cukup. Hindari beraktivitas terlalu banyak sehingga membuat tubuh menjadi lelah. Lakukanlah pekerjaan-pekerjaan yang ringan dan delegasikan pekerjaan yang berat kepada orang lain. Orang di sekitar Anda pasti akan sangat memahami kondisi Anda dan tidak akan keberatan untuk membantu.

Itulah beberapa hal mengenai plasenta previa  dan apa yang harus dilakukan ketika terkena kasus tersebut. Ketenangan adalah kunci dari segalanya. Mengingat teknologi yang terus berkembang, penanganan kasus seperti ini pasti akan terus diteliti dan ditemukan. Dengan begitu, plasenta akan bisa dipindahkan sehingga bayi bisa lahir secara normal.

Related Posts

Jenis-Jenis, dan Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terkena Plasenta Previa
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini