Halusinasi Ketika Tidur? Ketahui Sindrom Kepala Meledak dan Gejalanya

Apakah anda pernah mengalami kondisi ketika sedang tidur mendadak terbangun karena kaget mendengar suara keras semacam dentuman bom, petir? Ketika kondisi tersebut terjadi apa yang akan anda lakukan? Tentu anda akan terbangun, lalu menjadi dari mana suara keras tersebut berasal. Setelah anda mencari-cari suara tersebut rupanya tidak ditemukan. Apakah anda sedang bermimpi? Apakah anda sedang berhalunasi? Tentu jika kondisi tersebut terjadi pada anda akan menimbulkan ketidaknyaman dan tidur dapat terganggu. Ternyata kondisi tersebut termasuk dalah satu jenis sindrom.

Sindrom Kepala Meledak dan Gejalanya

Dalam hal medis, rupanya kondisi tersebut dinamakan dengan sindrom kepala meledak atau exploding head syndrome (EHS) yang merupakan gangguan tidur yang terjadi pada seseorang yang seolah-olah mendengarkan suara dentuman keras. Kondisi tersebut terjadi ketika seseorang dalam posisi tidur, sehingga tiba-tiba akan terbangun dan timbul rasa takut akibat suara keras tersebut. Sampai saat ini pun belum ditemukan penyebab pasti sindrom tersebut yang dapat secara tiba-tiba menyerang. Dilansir dari halodoc.com, sindrom kepala meledak dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi sering kali kasus yang terjadi pada seseorang yang memasuki usia dewasa dengan tingkat stres lebih tinggi.  Seseorang yang mulaui memasuki usia dewasa dengan berbagai aktivitas padat seringkali menimbulkan kelelahan hingga stres dapat dialami. Sehingga resiko terjadinya sindrom tersebut lebih tinggi.

Pada kondisi yang normal ketika seserang tidur, otak juga akan beristirahat dan menonaktifkan sebagian fungsinya, salah satunya yakni fungsi pendengaran. Seseorang yang mengalami sindrom tersebut justru sel yang berfungsi dalam pendengaran sedang aktif yang seharusnya beristirahat. Sehingga apabila kondisi tersebut, seseorang akan sensistif bila mendengar suara yang keras.

Gejala yang ditimbulkan dari sindrom kepala meledak
Terjadinya sindrom kepala meledak tidak termasuk jenis sakit kepala. Karena terjadinya kondisi tersebut tidak menyebabkan timbul rasa sakit kepala, seperti pusing atau nyeri. Seseorang yang mengalami sindrom tersbeut selain mendengar dentuman keras juga mengalami beberapa gejala, diantaranya:

1. Jantung berdenyut lebih cepat
2. Timbul rasa takut, cemas, kahawatir, dan tertekan
3. Melihat kilatan cahaya yang terjadi bersama dengan bunyi dentuman keras
4. Timbul kebingungan setelah bangun daari tidur
5. Sulit untuk tidur kembali

Terjadinya sindrom tersebut dapat sekali ketika tidur, akan tetapi, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi secara berulang dalam waktu singkat dan dapat menghilang dengan sendirinya. Seseorang yang mengalami hal tersebut akan juga akan mengalami kesulitan untuk tidur kembali.

Terjadinya sindrom tersebut dapat menyerang siapapun. Kemungkian tinggi seseorang mengalami sindrom tersebut yakni seseorang pada usia 50 tahun atau pada masa menuju dewasa yang mulai megalami masa-masa stres tinggi. Kondisi tersebut sangat jarang terjadi pada anak yang berusia di bawah 20 tahun.  Terlebih seseorang yang memasuki usia dewasa yang padat dnegan aktivitas, seperti mahasiswa yang rentan mengalami sindrom karena tingkat stres dan kelelahan yang dialami.

Nah, demikian penjelasan mengenai sindrom kepala meledak beserta gejala yang ditimbulkan. Jika anda pernah mengalami sindrom tersebut mulailah kelola aktivitas anda agar tidak mengalami kelelahan yang memicu terjadinya stres, yang juga dapat memicu terjadinya sindrom tersebut. luangkan waktu untuk rileks sejenak sebelum melanjutkan aktivitas anda. Serta kenali batasan diri anda untuk beristirahat. Jika anda memerlukan informasi lebih mengenai sindrom kepala meledak tersebut, anda dapat mengakses pada laman https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-kepala-meledak/pengertian

Related Posts

Halusinasi Ketika Tidur? Ketahui Sindrom Kepala Meledak dan Gejalanya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini